UMKM Protes, Panitia Konser “Valen Time” di Bangkalan Janji Refund Sewa Stand

EJABERITA.CO | Bangkalan – Puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang mengaku merugi saat konser “Valen Time” di Bangkalan menggelar audiensi dengan pihak panitia, Selasa (17/02/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Cafe Basco Coffeeshop itu dihadiri CEO PT Diyu Daksa Entertainment, seluruh panitia, serta para pelaku UMKM yang sebelumnya berjualan di halaman Lapangan Kerapan Sapi Bangkalan.
Salah seorang pedagang, Mahfud, mengungkapkan kekecewaannya terhadap penataan stan yang dinilai tidak maksimal. Ia menyebut adanya perubahan layout dan minimnya akses pengunjung ke area UMKM menjadi penyebab dagangan sepi.
“Saya di konser Valen itu berjualan crepes dan membayar uang sewa stan sebesar Rp 500 ribu. Itu tidak jadi masalah. Yang jadi masalah, stan kami sepi karena akses masuk pengunjung tidak melewati tempat kami,” keluh Mahfud.
Ia mengaku hanya mampu menjual 10 bungkus, jauh dari target. Bahkan, menurutnya, ada pedagang lain yang tidak laku sama sekali.
“Kami menuntut agar panitia bertanggung jawab kepada kami. Minimal ada kompensasi dan ini menjadi evaluasi ke depan jika menyelenggarakan kegiatan serupa,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, CEO PT Diyu Daksa Entertainment, Danang Dwi Yanto, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelaku UMKM yang merasa dirugikan. Ia berjanji akan mengembalikan dana sewa stan sebesar Rp 500 ribu kepada para pedagang.
“Kami sampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelaku UMKM yang merasa dirugikan. Ini menjadi pembelajaran kami ke depan dan kami akan bertanggung jawab, meskipun kami juga merasa rugi sekitar Rp 150–200 juta,” ucap Danang.
Ia juga menegaskan tidak membatasi ruang kritik dan komentar di media sosial selama disampaikan berdasarkan fakta.
“Target kami sebenarnya 3.000 penonton. Namun sebagian yang sudah membeli tiket berhalangan hadir karena hujan, sehingga yang datang di luar prediksi kami, sekitar 1.000 orang,” jelasnya.
Danang memastikan pihaknya tidak memiliki niat untuk mengabaikan para pelaku UMKM. Menurutnya, panitia sebelumnya telah membantu promosi secara daring dan menganggap UMKM sebagai bagian dari acara.
“Sepinya penonton tidak ada kaitannya dengan konser lain yang berlangsung di Kabupaten Sampang pada hari yang sama. Kemungkinan besar karena faktor cuaca hujan,” pungkasnya.(*)



