Tak Sanggup Urus Akreditasi, 30 PAUD di Sampang Ditutup
SAMPANG | Sebanyak 30 lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sampang resmi ditutup setelah dinyatakan tidak sanggup memenuhi persyaratan akreditasi lembaga serta tidak tertib administrasi.
Penertiban tersebut dilakukan setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang meluncurkan inovasi “Sampang Tuntas Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini” (AKSI PAUD) yang diinisiasi oleh Kepala Bidang PAUD dan PNFI Disdik Sampang, Dewi Trisna.
Program AKSI PAUD bertujuan memastikan seluruh layanan pendidikan anak usia dini di Kabupaten Sampang memiliki standar mutu yang terjamin bagi masyarakat. Berdasarkan data Disdik Sampang, dari total 994 lembaga PAUD, sebanyak 704 lembaga telah terakreditasi, sementara 260 lembaga lainnya masih dalam proses akreditasi.
“Sementara 30 lembaga terpaksa kami tutup karena pengelolanya menyerah dan menyatakan tidak sanggup mengurus akreditasi,” ujar Dewi Trisna, Kamis (18/12/2025).
Dijelaskan bahwa selama ini akreditasi kerap dianggap sebagai momok yang menakutkan, rumit, dan berbiaya tinggi oleh pengelola lembaga. Padahal, seluruh proses akreditasi kini telah berbasis digital dan tidak dipungut biaya (gratis).
“Kami ingin mengubah pola pikir lama. Akreditasi bukan untuk mempersulit, melainkan potret kelayakan sebuah lembaga dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu,” tegasnya.
Disdik Sampang menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada lembaga PAUD yang tetap enggan mengurus akreditasi pada tahun 2025. Konsekuensinya, pencairan insentif guru dapat ditangguhkan hingga penonaktifan lembaga sesuai regulasi Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (BAN PDM).
Inovasi AKSI PAUD juga telah mendapatkan penghargaan serta undangan khusus dari BAN PDM Jawa Timur untuk memaparkan praktik baik (best practice) penguatan kelembagaan PAUD secara masif di Kabupaten Sampang.
“Sejak 2023 kami sudah memberikan pemahaman secara persuasif. Namun masih ada yang mencari celah. Tahun 2025 ini menjadi momentum penuntasan demi masa depan pendidikan anak-anak di Sampang,” tandas Dewi Trisna.





