WHO Tegaskan Obesitas sebagai Penyakit Kronis, Terapi GLP-1 Mulai Direkomendasikan untuk Pasien Tertentu

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Istimewa

Istimewa

JAKARTA — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis pedoman terbaru yang menempatkan obesitas sebagai penyakit kronis berulang yang membutuhkan penanganan jangka panjang dan intervensi medis terarah. Salah satu terapi yang kini mulai diakui adalah penggunaan obat golongan GLP-1, yang awalnya dikembangkan untuk diabetes dan kini diperluas untuk manajemen obesitas.

Dalam pedoman tersebut, WHO menyebut terapi GLP-1 layak diberikan kepada orang dewasa dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥ 30 kg/m², atau IMT ≥ 27 kg/m² apabila disertai penyakit penyerta seperti hipertensi, dislipidemia, atau gangguan kardiovaskular. Terapi ini dipertimbangkan terutama pada pasien yang sudah melakukan perubahan gaya hidup namun belum menunjukkan perbaikan klinis yang memadai.

Selain penurunan berat badan, obat GLP-1 juga terbukti bermanfaat untuk mengurangi risiko kardiovaskular pada sebagian pasien diabetes tipe 2, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, gangguan ginjal, atau risiko tinggi terhadap serangan jantung dan stroke.

Meski menjanjikan, WHO menegaskan bahwa terapi ini tidak direkomendasikan untuk wanita hamil atau menyusui, pasien dengan riwayat pankreatitis, gastroparesis berat, maupun riwayat kanker tiroid tertentu, khususnya Medullary Thyroid Carcinoma. Kelompok ini dinilai memiliki risiko komplikasi lebih tinggi sehingga memerlukan opsi terapi yang lebih aman.

WHO mencatat lebih dari satu miliar penduduk dunia hidup dengan obesitas, dan kondisi ini berkaitan dengan 3,7 juta kematian sepanjang 2024. Jika pola intervensi tidak berubah, jumlah penderita obesitas diproyeksikan berlipat ganda pada 2030.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menekankan bahwa penggunaan obat tidak bisa berdiri sendiri tanpa strategi pendukung lainnya.

“Obesitas adalah penyakit kronis yang dapat diobati dengan pendekatan komprehensif dan seumur hidup. Terapi GLP-1 bisa membantu jutaan orang, meski obat saja tidak akan menyelesaikan seluruh krisis ini,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (5/12).

Di tengah meningkatnya minat terhadap obat penurun berat badan, WHO justru mengingatkan bahwa akses global masih sangat terbatas. Organisasi itu memproyeksikan pada 2030 hanya kurang dari 10% pasien yang membutuhkan terapi GLP-1 akan benar-benar mendapatkannya. WHO pun menyerukan kebijakan percepatan seperti pengadaan obat terpadu, skema harga berjenjang, hingga lisensi sukarela agar terapi ini tidak hanya dinikmati segelintir orang, tetapi menjadi bagian dari sistem kesehatan yang inklusif dan berkeadilan.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Hadirkan Dokter Spesialis Anak Baru, Perkuat Layanan Kesehatan Anak
Gerak Cepat di Bangkalan, Puskesmas Burneh Turun Langsung Lawan TBC
Dinkes Sampang Genjot Program “Desaku Asik”, Perangi Stigma dan Kejar Eliminasi Kusta 2030
Kasus Campak di Sampang Capai 90, Dinkes Soroti Rendahnya Imunisasi
RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Gelar Forum Komunikasi Publik untuk Evaluasi Layanan Kesehatan
Bupati Sampang Hadiri Peringatan Hari Kusta Sedunia 2026 di Kemenkes RI
SPPG Bertambah, IDI Pertanyakan Pengawasan MBG di Bangkalan
Sampang Cetak Sejarah, UHC Award Utama Nasional Diraih dengan Kepesertaan JKN 101 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:48 WIB

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Hadirkan Dokter Spesialis Anak Baru, Perkuat Layanan Kesehatan Anak

Rabu, 29 April 2026 - 19:27 WIB

Gerak Cepat di Bangkalan, Puskesmas Burneh Turun Langsung Lawan TBC

Minggu, 19 April 2026 - 06:04 WIB

Dinkes Sampang Genjot Program “Desaku Asik”, Perangi Stigma dan Kejar Eliminasi Kusta 2030

Rabu, 8 April 2026 - 12:12 WIB

Kasus Campak di Sampang Capai 90, Dinkes Soroti Rendahnya Imunisasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:54 WIB

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Gelar Forum Komunikasi Publik untuk Evaluasi Layanan Kesehatan

Berita Terbaru