EJABERITA.CO | Bangkalan – Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilanda gelombang aksi pencurian yang kian meresahkan warga. Sedikitnya sembilan kasus pencurian tercatat terjadi di sejumlah wilayah, memicu kekhawatiran atas kondisi keamanan yang dinilai memburuk.
Kasus pencurian didominasi oleh kehilangan hewan ternak, khususnya sapi, yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kwanyar, Tanah Merah, Galis, dan Modung. Aksi tersebut tak hanya merugikan secara materi, tetapi juga memukul psikologis warga, terutama peternak yang menjadikan sapi sebagai aset tabungan jangka panjang.
Selain pencurian ternak, aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) juga meningkat. Di Kecamatan Kamal, tercatat tiga kasus pencurian motor terjadi dalam kurun waktu satu hari satu malam. Seluruh aksi bahkan terekam kamera pengawas (CCTV), namun hingga kini belum ada perkembangan signifikan terkait penangkapan pelaku.
Selang sehari, aksi serupa kembali terjadi di Jalan Letnan Singosastro, Kelurahan Kraton, Bangkalan Kota. Dua pelaku terekam jelas membawa kabur sepeda motor milik warga. Sementara itu, di Kecamatan Burneh, pencurian burung peliharaan juga terjadi dan turut terekam CCTV.
Ketua Lembaga Pertanian dan Peternakan PCNU Bangkalan, Hasan Iroqi, membenarkan maraknya pencurian sapi dalam sebulan terakhir. Ia menyebut kondisi ini sangat merugikan masyarakat desa.
“Warga merasa waswas. Sapi yang dirawat sejak lama untuk dijual menjelang Iduladha justru hilang dicuri,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Hasan mendesak aparat kepolisian segera bertindak tegas untuk menangkap pelaku dan mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.
Senada dengan itu, tokoh masyarakat Bangkalan, Mathur Husyairi, menilai perlu adanya evaluasi terhadap kinerja aparat di lapangan. Ia mendorong peningkatan pengawasan serta pemetaan jaringan pelaku, termasuk penadah barang curian.
“Kita mendesak aparat lebih peka. Jika ada anggota yang tidak maksimal, sebaiknya dievaluasi. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau bahkan ‘main mata’ dengan pelaku,” tegasnya.
Ia juga menyarankan agar aparat lebih aktif turun ke lapangan dan membangun komunikasi dengan tokoh agama, LSM, serta jurnalis untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo menyatakan pihaknya telah mengambil langkah antisipatif dengan meningkatkan patroli di wilayah rawan.
“Setiap hari kami membentuk tim patroli ke beberapa wilayah di seluruh Bangkalan untuk mengantisipasi dan menekan angka pencurian,” ujarnya.
Meski demikian, warga berharap langkah tersebut dapat segera membuahkan hasil nyata. Mereka menginginkan tindakan tegas dari aparat agar situasi keamanan kembali kondusif, terutama menjelang momen hari besar keagamaan yang biasanya diiringi meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat.(*)
Editor : Arfa

















Komentar